Dalam tiap doaku, aku selalu menyebut namanya. Tiap aku mendengar berita buruk tentang dia, aku selalu berkata dalam hati, Tuhan ijinkan aku mencintai dia dengan segenap hatiku dan mampukan aku untuk dapat menerima dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya lengkap sepaket dengan masa lalu, masa kini dan masa depannya yang mungkin tak seindah harapanku.
Tiap kali ada yang mencoba mengoyakkan perasaan melalui omongan tentang dia yang melukai hatiku tetang anggapan seseorang mengenai sikap dia yang telah mempermainkanku entah apa pun itu ...; aku juga tetap berdoa hal yang sama, selalu sama tak pernah ku perdulikan itu.
Jika Tuhan memberi ijin aku untuk mengetuk hatinya, memasuki kehidupannya lebih dalam lagi, aku tetap ingin mencintai dia apa adanya karena aku sadar dan tahu, ia pantas dihargai dan dicintai seadanya dia dan aku akan berusaha mendapatkan cinta dia. Aku ingin dia berbahagia bersamaku, aku ingin memenangkan hatinya karena itu, aku mau mencintai dia aku mw bersabar mendapatkan cintanya walau hati aku terluka karena sikapnya .
Segala kisah buruk, kisah romantis, kisah manis, kisah sedih, kisah pahit, kisah gembira, semua kisah yang tak teringat lagi dan kisah yang akan terjadi nanti , ketika aku mencintainya aku pasti akan dimampukan untuk melampaui keterbatasanku dan aku percaya itu.
Namun kini doaku sia-sia harapanku untuk memenangkan cintanya hanya mimpi, dan kini aku telah terbangun tersadar aku ketika dia melontarkan kata kepadaku bahwa aku adalah sebuah kesalahan dalam hidupnya hatiku sakit banget air mata ini menetes seiring aku menulis di blog ini. Apa salah aku….??
Aku yang selalu berusaha mengerti dia memahami dirinya selalu bersikap sabar saat dia gak memperhatikan aku saat dia gak pernah memperdulikan aku dan selalu ada cinta untuknya knapa ini yang dia berikan kepadaku....
Dia pernah bilang padaku bahwa dia pernah mengalami betapa deritanya sebuah cinta saat dia dilukai. Tetapi mengapa kini dia membalas melakukannya pda sebuah hati yang tulus amat mencintainya seperti aku ?
Mungkin memang benar ini kesalahanku,salahnya aku karena mencintai seseorang yang dari dulu sampai sekarang tak pernah mengerti perasaanku.
Aku mencintainya aku menyayanginya bahkan sampai saat ini namun sekuat apapun aku bertahan untuk mendapatkan cintaku kini dia yang mengakhirinya meski berat untukku mungkin aku harus belajar merelakanya aku gak mau menaruh harapan untuknya lagi karena sudah cukup 10 bln perjuanganku bersama dirinya menahan sakit dan kecewa akan sikapnya diapun tak pernah menghargai itu dan aku gak mau terluka lagi.Stidaknya kalo dia memang mencintai aku dia pasti akan berjuang mendapatkan citaku lagi namun kini seolah dia juga merelakan begitu saja kehilangan aku.Mungkin memang ini takdir aku dan dia.
Meski dia sudah membuat aku sakit hati akupun tak bisa membencinnya aku tak mau menggangap dirinya sebagai penyesalan dalam hidupku dia tetep terindah untukku dan semoga Allah berikan yang terbaik untukku dan dirinya
Amin .......
Yang Sabar za Yang Namanya cinta memang gak harus memiliki
BalasHapus