Entah itu cinta atau bukan,tapi kenyataannya Aku menyebutnya begitu...
Membuatku begitu memuji hingga seolah tiada cela lagi yang aku lihat selain pujian dan keindahan,entahku sadari atau tidak betapa lemahnya diriku menjalin hubungan cinta dan mempertahankan apa yang ku rasa serta ku sebut-sebut sebagai cinta itu..
Membuatku begitu memuji hingga seolah tiada cela lagi yang aku lihat selain pujian dan keindahan,entahku sadari atau tidak betapa lemahnya diriku menjalin hubungan cinta dan mempertahankan apa yang ku rasa serta ku sebut-sebut sebagai cinta itu..
Ingin ku berhentilah sejenak dari memuji ataupun berharap...
Coba kufikirkan baik-baik apa tujuanku memujinya?..
Sekedar memuji karna memang aku mabuk cinta ataukah aku berharap lebih dari hanya pujian belaka?..
Jika mungkin ku berharap memiliki,sudahkah mencamkan diri tentang mencintai dengan mabuk rasaku sendiri?..
Sudahkahku fahami diri tentang mencintai dengan membina pertalian hati melalui ikatan bersama karna saling cinta?..
Saling cinta kah kalian?atau hanya karena rasa yang sama dalam satu sisi saja?..
Ketika kau rasakan rasa yang kau sebut cinta itu,mungkin mudah bagimu mewujudkannya...Akan tetapi takkan mudah mewujudkan harapan di dalamnya apalagi menjaga wujud dari semua itu.
Lihatlah...Jika memiliki cinta yang kita inginkan tercapai ,apakah kau tak lagi merasakan terluka?kecewa?atau mungkin perpisahan?...
Apakah kau bisa menjamin bahwa rasa yang kau sebut-sebut sebagai cinta itu akan terus membuatmu tetap mencintainya setelah kau dapatkan apa yang kau harapkan?..
Lihatlah ke dalam hatimu,jiwa dan realitamu...
Lihatlah mereka yang mengaku mencintai dan telah berhasil mewujudkannya dengan menjalin hubungan pacaran misalnya,apakah janji-jani semasa rasa itu belum terpenuhi terwujud?..
Betapa tinggi nya janji tersentuh mimpi ketika merasa itu cinta...
Begitu tinggi hayalan semu yang terlontar sebagai bait-bait pujian kepada setiap pasangan pembuai hati agar tersambut asa memiliki menjadi terwujud,akankah itu dipertanyakan dan bisa dipertanggungjawabkan nantinya?..
Ketika kita sudah memutuskan untuk menjalin hubungan ,maka tak mungkin kamu bisa mencabut kembali perasaan itu...
Mungkin luka yang kan menggatikan rasa itu menjadi serpihan perih yang serasa abadi,meski mungkin ada secercah sinaran bahagia yang masih tersisa..Tetapi hati kepalang luka,tak mudah mengobati nya meskipun dengan janji memperbaiki seperti semula.
Bukankah menjaga hubungan saling mencintai itu tak mudah sebagaimana kau menjanjikan kebahagiaan kala kau masih sendirian mencinta?..
Mudah bagimu menjanjikan untuk memberi bahagia...
Mudah bagimu mengobral keindahan bak penyair karna begitulah kebiasaan ketika belum memiliki atau mendapatkan apa yang kita inginkan
Namun bisa kah kalian menjamin bahwa kau bisa mewujudkan apa yang kau janjikan adalah benar tanpa meciptakan luka,...??
Coba kufikirkan baik-baik apa tujuanku memujinya?..
Sekedar memuji karna memang aku mabuk cinta ataukah aku berharap lebih dari hanya pujian belaka?..
Jika mungkin ku berharap memiliki,sudahkah mencamkan diri tentang mencintai dengan mabuk rasaku sendiri?..
Sudahkahku fahami diri tentang mencintai dengan membina pertalian hati melalui ikatan bersama karna saling cinta?..
Saling cinta kah kalian?atau hanya karena rasa yang sama dalam satu sisi saja?..
Ketika kau rasakan rasa yang kau sebut cinta itu,mungkin mudah bagimu mewujudkannya...Akan tetapi takkan mudah mewujudkan harapan di dalamnya apalagi menjaga wujud dari semua itu.
Lihatlah...Jika memiliki cinta yang kita inginkan tercapai ,apakah kau tak lagi merasakan terluka?kecewa?atau mungkin perpisahan?...
Apakah kau bisa menjamin bahwa rasa yang kau sebut-sebut sebagai cinta itu akan terus membuatmu tetap mencintainya setelah kau dapatkan apa yang kau harapkan?..
Lihatlah ke dalam hatimu,jiwa dan realitamu...
Lihatlah mereka yang mengaku mencintai dan telah berhasil mewujudkannya dengan menjalin hubungan pacaran misalnya,apakah janji-jani semasa rasa itu belum terpenuhi terwujud?..
Betapa tinggi nya janji tersentuh mimpi ketika merasa itu cinta...
Begitu tinggi hayalan semu yang terlontar sebagai bait-bait pujian kepada setiap pasangan pembuai hati agar tersambut asa memiliki menjadi terwujud,akankah itu dipertanyakan dan bisa dipertanggungjawabkan nantinya?..
Ketika kita sudah memutuskan untuk menjalin hubungan ,maka tak mungkin kamu bisa mencabut kembali perasaan itu...
Mungkin luka yang kan menggatikan rasa itu menjadi serpihan perih yang serasa abadi,meski mungkin ada secercah sinaran bahagia yang masih tersisa..Tetapi hati kepalang luka,tak mudah mengobati nya meskipun dengan janji memperbaiki seperti semula.
Bukankah menjaga hubungan saling mencintai itu tak mudah sebagaimana kau menjanjikan kebahagiaan kala kau masih sendirian mencinta?..
Mudah bagimu menjanjikan untuk memberi bahagia...
Mudah bagimu mengobral keindahan bak penyair karna begitulah kebiasaan ketika belum memiliki atau mendapatkan apa yang kita inginkan
Namun bisa kah kalian menjamin bahwa kau bisa mewujudkan apa yang kau janjikan adalah benar tanpa meciptakan luka,...??
Jangan terlalu munafik dan lupa diri...
Jangan lupa dan menganggap takkan ada kisah sedih ataupun jelaga dari tiap cerita cinta yang terbina,karna ini dunia yang kita tidak mengatur tiap detail kisah hidup kita sendiri apalagi pasangan kita..
Sering kupertanyakan masih adakan mencintai dengan setulus hati sekarang
sedangkan yang sering aku rasakan hanya kemunafikan ??
Janji tinggalah janji tak pernah ditepati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar